Minggu, 31 Juli 2011

Apollonius

Apollonius
(260-190 SM)


Apollonius terlahir di Perga, Pamphylia yang sekarang merupakan daerah Murtina, Turki. Walau sedikit yang diketahui dari kehidupannya, matematikawan ini telah melahirkan karya yang mashur yaitu Conics, yang membahas konsep yang kita kenal dengan nama parabola, ellips, dan hiperbola. Apollonius pernah belajar di Aleksandria kepada Euclid, kemudian mengajar di sana. Setelah itu berkelana ke Pergamum (sekarang Bergama, di prov. Izmir, Turki) dan berteman baik dengan Eudemus dari Pergamum (bukan Eudemus dari Rhodes).
Buah pena conics ditulis ke dalam delapan buku, tetapi hanya buku kesatu yang masih ada dalam bahasa Yunani. Tujuh buku yang pertama ada dalam bahasa Arab dan masih bertahan hingga kini.
Conics terdiri atas 8 buku. Buku I hingga IV berisi pengenalan dasar sifat-sifat dasar irisan kerucut. Kebanyakan isinya ini telah diketahui oleh Euclid dan Aristaetus. Buku I membahas hubungan antara diameter dan garis singgung irisan kerucut. Buku II membahas hubungan hiperbola dengan asimptotnya.
Buku V hingga VII merupakan karya orisinil dari Apollonius. Di dalamnya dibahas garis normal irisan kerucut dan bagaimana membuatnya dari sebuah titik. Ia memberikan pernyataan yang mengindikasikan pusat curvature.
Pappus memberikan beberapa informasi mengenai isi keenam buku yang lain dari Apollonius, yaitu Cutting of a ratio (dalam dua buku), Cutting an area (dalam dua buku), On determinate section (dalam dua buku), Tangencies (dalam dua buku), Plane loci (dalam dua buku), dan On verging construction (dalam dua buku). Kebanyakan karya-karya Apollonius diterjemahkan oleh matematikawan muslim, tetapi hanya beberapa yang dapat bertahan.
Dalam buku Tangencies, Apollonius membahas konstruksi geometri melebihi gurunya, Euclid. Apollonius menunjukkan bagaimana melukis lingkaran yang menyinggung tiga titik yang diberikan. Ia juga menunjukkan bagaimana melukis lingkaran yang menyinggung sebarang tiga bangun, baik titik, garis, maupun lingkaran.
Menurut Hypsicles, Apollonius pernah menulis tentang dodecahedron dan icosahedron. Marinus juga mengindikasikan karya Apollonius mengenai aksioma dan definisi, sedang Proclus menyatakan ada karya Apollonius mengenai cylindrical helix. Eutocius menunjuk buku Quick delivery oleh Apollonius yang memuat pendekatan bilangan π. Dalam buku On the Burning Mirror, Apollonius mendiskusikan sifat-sifat cermin parabola.
Apollonius juga merupakan salah satu pelopor matematika astronomi Yunani, yang menggunakan model matematika untuk menjelaskan teori-teori planet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar